Get to Knows:
Get to Knows:

“Kampanye Hitam Timbulkan Luka di Akar Rumput”

INDONESIA2014 - Menjelang pemilihan presiden 2014 tanggal 9 Juli nanti, kampanye berbasis fitnah atau kampanye hitam semakin mudah ditemukan. Kampanye hitam itu tidak hanya dilakukan di ‘udara’, namun juga di ‘darat’.

Umumnya kampanye hitam itu menyasar calon presiden nomor urut 2, yaitu Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi. Dari sekian banyak kampanye hitam yang menyasar Jokowi, sudah ada tiga kampanye hitam yang dilaporkan tim kuasa hukum pemenangan Jokowi-JK kepada pihak kepolisian.

Alexander Lay, salah satu anggota tim hukum Jokowi-JK, menyebut tiga kampanye busuk yang sudah dilaporkan itu adalah iklan rest in peace Jokowi, pemalsuan surat penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Agung yang mengatasnamakan Jokowi, dan tabloid Obor Rakyat.

Alex melihat serangan-serangan itu sengaja dilakukan untuk tujuan mengalahkan Jokowi dalam pilpres kali ini. Bahkan untuk serangan ‘darat’ (Obor Rakyat), fitnah itu sengaja disebar di kantong-kantong pemilih tertentu, seperti di lingkungan pesantren di pulau Jawa. Mulai dari Jawa Barat sampai Sampang, Madura.

Alex berharap pemilihan presiden 2014 berlangsung secara fair dengan menghindari kampanye hitam yang tidak bermartabat. Karena, tambah Alex, bila kampanye hitam terus dipertontonkan bisa menimbulkan luka yang amat dalam di akar rumput, meskipun pemilihan presiden telah usai.

Berikut wawancara Irwan Amrizal dari Indonesia-2014.com dengan mantan advokat Pimpinan KPK Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah saat kisruh cicak versus buaya itu, via telepon.

INA.2014: Diberitakan di media, pelaku pemalsuan surat penangguhan penahanan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mengatasnamakan Jokowi sudah diketahui tim Jokowi-JK, yaitu Edgar Jonathan S, Ketua Tidar (Tunas Indonesia Raya milik Gerindra) Jakarta Selatan. Bagaimana tim anda bisa memastikan bahwa dialah pelakunya?

AL: Ketika kami telusuri, di Twitter saudara Edgar itu orang yang pertama menyebarkan surat palsu itu. ini yang kemudian jadi titik pijakan kami untuk melaporkan saudara Edgar ke pihak kepolisian.

Lalu dari mana surat itu berasal, apakah saudara Edgar yang membuat atau orang lain, biar saudara Edgar yang menjelaskannya kepada penyidik.

INA.2014: Jadi, Edgar orang pertama yang menyebarkan surat palsu itu?

AL: Paling tidak itu yang sejauh ini kami temukan. Alat bukti sudah kami sampaikan ke pihak kepolisian, selanjutnya tinggal ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan mengklarifikasi ke saudara Edgar.

INA.2014: Anda dan tim melaporkan surat palsu itu Senin (2/6) lalu. Sudah ada kabar sejauh mana hasil penyelidikan kepolisian sejauh ini?

AL:  Anda dan teman-teman media bisa cek langsung ke Pak Sirra Prayuna. Beliau pengacara dari tim Jokowi-JK untuk kasus ini.

INA.2014: Apa keterangan terakhir dari yang bersangkutan yang anda tahu?

AL: Terakhir beliau menyampaikan bahwa alat-alat bukti sudah disiapkan dan polisi segara akan memanggil para saksi.

INA.2014: Ada berapa saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya?

AL: Waktu itu diajukan hanya 2 orang saksi.

INA.2014: Mereka berasal dari mana?

AL: Kami belum mau bicara soal itu. Biarkan itu menjadi rahasia penyidikan.

INA.2014: Kita tahu serangan berbasis fitnah kepada Jokowi makin massif dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Serangan fitnah yang mana yang menjadi prirotas tim kuasa hukum Jokowi-JK  untuk ditelusuri, selain kasus di atas?

AL: Pertama soal fitnah yang mengambarkan pak Jokowi sudah meninggal atau kasus rest in peace. Kasus ini sebelumnya sudah kami laporkan ke Mabes Polri. Selanjutnya adalah kasus tabloid Obor Rakyat. Kasus ini segera akan kami laporkan. Tadi, kami sudah laporkan persoalan ini ke Bawaslu.

INA.2014: Bagaimana kelanjutan kasus rest in peace?

AL: Kasus itu yang melaporkan adalah bang Trimedya Panjaitan. Silahkan ditanyakan kepada beliau.

INA.2014: Terkait kasus Obor Rakyat, salah satu media online menyebut ada nama pengamat politik yang bernama Gungun Heryanto yang tulisannya dicatut untuk menjadi salah satu tulisan dalam rubrik kolom dalam tabloid itu. Apa anda dan tim sudah minta keterangan dari yang bersangkutan?

AL: Kami belum tahu. Tapi Ini informasi yang menarik. Pasti nanti akan kami tindak-lanjuti.

INA.2014: Jadi, anda dan tim belum tahu informasi itu sebelumnya?

AL: Kami belum tahu. Tapi yang pasti kasus ini sudah kami laporkan ke polisi. Kita tunggu saja hasil investigasi dari polisi.

INA.2014: Dari semua serangan berbasis fitnah kepada Jokowi, apakah anda melihat ada pola yang sama sehingga mudah terbaca bahwa serangan itu diorganisir secara baik oleh pihak atau kelompok tertentu?

AL: Kami sudah meminta kepada Bawaslu maupun kepolisian agar segera menginvestigasi semua serangan itu. Dan kami berharap dua lembaga itu mau melakukannya.

INA.2014: Tapi berdasarkan amatan anda dan tim bagaimana? Apakah ada pola tertentu?

AL: Kami melihat bahwa serangan-serangan itu dilakukan oleh akun-akun anonim tertentu di sosial media yang tujuannya semata-mata untuk mengalahkan Pak Jokowi dalam pilpres ini.

INA.2014: Lalu, bagaimana serangan yang dilakukan di darat, seperti tabloid Obor Rakyat? Bukankah dampaknya terasa mengingat fitnah-fitnah itu disebar di kantong-kantong pemilih.

AL: Itu terlihat bahwa para pelaku sengaja mengirimkan ke pesantren-pesantren tertentu di Jawa Barat. Tabloid ini pernah dikirim ke Pesantren Al Mizan yang diasuh KH Maman Imanulhaq di Majalengka. Beliau pula yang melaporkan keberadaan tabloid tersebut ke tim Jokowi-JK. Beliau pun sudah menggelar jumpa pers terkait kasus fitnah terhadap Jokowi dari Obor Rakyat.

INA.2014: Di sejumlah berita disebutkan tabloid tersebut juga disebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur…

AL: Bahkan sudah tersebar sampai ke Sampang, Madura. Jadi, ini jelas motivasinya terkait dengan pemilihan presiden.

INA.2014: Masih terkait Obor Rakyat, disebutkan media bahwa dalam tabloid tersebut jelas tertulis nama-nama awak di belakangan tabloid tersebut. Bahkan disebutkan juga tertera alamat kantor dan nomor telepon kantornya. Pernahkan anda dan tim, misalnya, menelepon ke kantor Obor Rakyat?

AL: Pernah kami coba telepon tapi tidak nyambung. Nama-nama awaknya juga palsu. Sekarang, kami persilahkan para penyidik dari kepolisian untuk menelusuri itu.

INA.2014: Tadi anda bilang di sosial media ada sejumlah akun anonim yang rajin menyebarkan fitnah. Apa yang anda dan tim lakukan terhadap akun-akun itu?

AL: Kami sudah melaporkannya ke Mabes Polri. Dan Mabes Polri memang sedang menelusuri siapa admin di belakang akun-akun itu. Jadi, sebelum laporan kami pun, Mabes Polri sudah menyelidikinya. Karena, akun-akun yang meresahkan ini juga jadi concern Mabes Polri.

INA.2014: Boleh tahu akun apa yang anda maksud?

AL: Saya rasa kita sudah tahu akun yang sering menyebarkan fitnah itu.

INA.2014: Akun itu akun yang sudah lama ada atau akun baru?

AL: Memang ada akun yang baru muncul. Tapi juga ada akun lama yang kerjanya memang menawarkan jasa kepada siapapun untuk menyebarkan fitnah ke musuh si klien. Saat Pemilukada DKI kan akun ini sudah ada dan beraksi.

Jadi, sebenarnya modus itu bukan barang baru. Menawarkan jasa kepada klien untuk menyebar fitnah kepada target yang diminta klien.

INA.2014: Ada berapa akun dilaporkan?

AL: Laporkan secara resmi, belum. Tapi kami sudah mengumpulkan semua data itu.

INA.2014: Ketika anda dan tim mau melaporkan akun-akun itu, anda dan tim tidak takut dituduh membatasi kebebasan ekspresi di sosial media?

AL: Kami rasa masyarakat tahu mana kebebasan berekspresi dan mana penyalahgunaan sosial media untuk menebar fitnah. Batas antara dua hal itu kan jelas. Karena itu, sampai sekarang tidak ada suara sumbang ke kami terkait hal itu.

INA.2014: Akun-akun penebar fitnah itu, apakah mereka dikelola dari server yang sama?

AL: Ada akun-akun tertentu yang tergabung dalam satu grup. Mereka sengaja membuat interaksi di antara mereka sendiri agar terlihat bahwa satu akun yang bermasalah itu banyak follower-nya.

INA.2014: Jadi, walau terkesan ada banyak akun, tapi dikelola oleh tim yang sama…

AL: Kurang lebih. Sebab itu kan bisa terdeteksi internet address-nya mereka.

INA.2014: Tadi anda bilang bahwa akun ini memang sengaja dibuat untuk menawarkan jasa menyebar fitnah ke lawan si klien. Dalam konteks pilpres, apa klien itu pasangan kompetitor  Jokowi-JK?

AL: Soal itu, silahkan tanyankan pada penyelidik.

INA.2014: Di media terdapat pernyataan dari tim Prabowo-Hatta bahwa Jokowi mengkapitalisasi fitnah yang menyerangnya untuk mendulang simpati dari masyarakat. Komentar anda?

AL: Itu tuduhan yang tidak berdasar. Untuk apa Pak Jokowi melakukan itu. secara elektabilitas, dia sudah sangat tinggi. Jadi, buat apa cara itu dilakukan.

Lagipula, elektabilitas Pak Jokowi tinggi bukan karena dia bernasib malang. Tapi karena track record dan kerja yang sudah dia lakukan di Solo dan di Jakarta. Itu fakta. Masyarakat pun menyukai dia karena kerja dia.

Jadi, tuduhan itu tidak berdasar. Dan itu juga bukan strategi kampanye Pak Jokowi. Strategi kampanye yang dikembangkan Pak Jokowi adalah misi untuk melakukan perubahan bangsa ini. Perubahan itu bisa dilihat dari track record seorang capres. Sebab, kalau dilihat dari visi-misinya, semua orang bisa berjanji yang manis.

INA.2014: Terakhir, semalam diselenggarakan deklarasi kampanye damai. Apa harapan dari tim Jokowi-JK tentang hal ini?

AL: Dari awal, tim Jokowi dan JK kampanye berlangsung secara fair. Menghindari kampanye hitam yang tidak bermartabat. Karena hal itu akan menimbulkan luka yang amat dalam di akar rumput, meskipun pilpres telah usai.

Itu yang Pak Jokowi himbau agar, tidak hanya dilakukan oleh tim Jokowi-JK, tapi juga oleh pihak lawannya. Hal ini yang terus-menerus Pak Jokowi sampaikan kepada tim internal kami. Bertarung secara fair dan bermartabat. []

Subtitle: 
Alexander Lay

Komentar