Get to Knows:
Get to Knows:

Pemilih KMP Tak Lagi Skeptis pada Jokowi

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) akhir Maret 2016 menunjukkan bahwa posisi Jokowi sebagai pemimpin Indonesia. Survei di seluruh provinsi di Indonesia ini menunjukkan bahwa 72% warga menyatakan yakin atas kepemimpimpinan Jokowi. Angka ini merupakan pelonjakan signifikan dibandingkan survey serupa pada Desember 2015, di mana angkanya baru mencapai 63%.

Presiden Jokowi nampaknya bisa lebih optimistis bila data umum tersebut diperinci lebih lanjut. Salah satu temuan yang juga penting adalah, tingkat keyakinan atas kepemimpinan Jokowi serta tingkat kepuasan atas kinerja Jokowi ternyata sekarang tidak hanya terlihat di kalangan pemilih parta-partai yang berkoalisi   mendukung Jokowi pada Pemilu 2014 (dikenal sebagai Koalisi Indonesia Hebat), namun juga di kalangan pemilih partai-partai yang berkoalisi mendukung Prabowo (dikenal sebagai Koalisi Merah Putih).

Kecenderungan tersebut  terlihat pada tabel di bawah ini

Angka di tabet sebelah kanan menunjukkan bahwa di kalangan pendukung KIH, keyakinan terhadap Jokowi sangat tinggi. Sekitar 90% pemilih PDIP, PKB dan NASDEM menyatakan yakin akan kemampuan Jokowi. Hanya pemilh HANURA yang tingkat keyakinannya akan Jokowi sedikit lebih rendah (75)%.

Namun, para pemilih partai-partai KMP pun ternyata memiliki keyakinan cukup kuat terhadap kepemimpinan Jokowi.  Sekitar 74 pesren pemilih PPP, 70%  pemilih PPP, dan   59% pemilih PAN menyatakan yakin dengan Jokowi. Bahkan mayoritas pemilih Gerindra (55%) menyatakan yakin dengan kemampuan Jokowi. Hanya pemilih PKS ang nampaknya masih belum bisa dibuat yakin dengan Jokowi. Hanya sekitar 45% pemilih PKS yang menyatakan yakin dengan Jokowi.

Pemilih Partai Demokrat yang berposisi sebagai partai netral pun menunjukkan kecenderungan seruipa. Lebih dari 70% pemilih Demokrat menyatakan yakin dengan kemampuan Jokowi.

Demikian pula dalam hal kepuasan atas kinerja Jokowi. Tabel sebelah kiri menunjukkan bahwa  mayoritas  pemilih partaipartai KIH  menyatakan puas atas kinerja Jokowi selama ini. Angkanya memang tidak sekuat  tingkat keyakinan  atas kepemimpinan Jokowi , namun itu bisa dipahami mengingat dalam pertanyaan yang kedua ini yang dinilai adalah kinerja Jokowi menghadapi berbagai masalah saat ini, termasuk yang sudah ada sebelum ia naik ke tampuk kepresidenan.

Hal serupa terlihat di kalangan pemilih partai-partai KMP. Di sini pun,   mayoritas pemilih Golkar, PAN dan PPP menyatakan puas atas kinerja Jokowi. Di kalangan pemilih Gerindra, persentase yang  menyatakan kurang/tidak puas lebih besar daripada yang menyatakan puas. Sementara pemlih PKS kembali nampak sebagai pihak yang paling kurang percaya pada Jokowi. Sekitar 72% pemilih PKS menyatakan kurang/tidak puas dengan Jokowi.

Pemilih Demokrat terbagi sama antara yang puas dan tidak puas dengan Jokowi.

Data di atas menunjukkan adanya gejala memudarnya pengkubuan yang semula sangat tajam antara pendukung dua kubu yang bertarung dalam Pemilu 2014. Para pemilih partai yang tergabung dalam KMP nampaknya secara perlahan dapat diyakinkan tentang kemampuan Jokowi . Mereka mungkin belum sepenuhnya puas, tapi itu tidak dibarengi dengan sikap antipati yang berlebihan. Dengan menggunakan istilah yang lazim dikenal dalam pergaulan sehari-hari, para pemilih KMP sudah nampak ‘move on’.

Ketika kecenderungan ini dikaitkan dengan pilihan presiden pada Pemilu 2014, gambaran serupa terlihat . Tebel 3 menunjukkan bahwa sekitar 86% pemilih Jokowi pada Pemilu 2014 menyatakan yakin dengan kemampuan Jokowi. Namun ternyata jumlah pemilih Prabowo yang menyatakan yakin dengan kemampuan Jokowi pun cukup tinggi: jumlahnya kurang lebih sama dengan yang menyatakan kurang/tidak yakin dengan Jokowi (sekitar 46-47%). Ini berarti mereka yang memilih Prabowo kini tidak lagi menunjukkan sikap ‘Asal Bukan Jokowi’ sebagaimana yang dulu nampak sangat kuat di masa Pemilu 2014.

 

Memang gambaran tentang tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi di kalangan pendukung Prabowo tidak meyakinkan. Hanya 36% pemilih Prabowo yang menyatakan puas dengan kinerja Jokowi, sementara 62% pemilih Prabowo menyatakan tidak puas. Namun siap tidak puas ini ternyata tidak diiikuti dengan ketidakyakinan. Dengan kata lain, mayoritas pemilih Prabowo masih belum puas dengan apa yang dilakukan Jokowi tapi ini tidak berarti mayoritas pemilih Prabowo tetap menganggap presiden Indoensia bukanlah Jokowi.

Gambaran ini menunjukkan kekhawatiran yang dulu sempat mengemuka bahwa masyarakat Indoensia akan terus terbelah akiubat pemilu 2014, perlahan-lahan sudah mulai dapat ditinggalkan. Ini adalah modal besar bagi kepemimpinan Jokowi, namun juga bagi bangsa Indoensia secara keseluruhan.

[Ade Armando]

Komentar