Get to Knows:
Get to Knows:

Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Berdampak pada Melemahnya Kepercayaan Publik pada Kualitas Demokrasi di Indonesia

Survei nasional Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) terbaru menunjukkan kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta berdampak pada penilaian masyarakat tentang kualitas demokrasi di Indonesia.

Pada April 2019, terdapat 82% rakyat Indonesia yang menganggap Indonesia berada di jalan yang benar. Namun pada Juni 2019, angka tersebut menurun menjadi  75%.  Sebaliknya, yang menganggap Indonesia berada di jalan yang salah meningkat dari 10% (April 2019) menjadi 16% (Juni 2019).

Begitu juga jika pada April 2019, 74% rakyat menyatakan puas dengan demokrasi di Indonesia; pada Juni 2019 angka itu sudah menurun mencapai 66%. Sebaliknya, yang menyatakan tidak puas dengan demokrasi di Indonesia meningkat dari 23% (April 2019) menjadi 30% (Juni 2019).

Kecenderungan serupa terlihat dalam persepsi publik mengenai kondisi politik. Masyarakat yang menganggap kondisi politik Indonesia dalam keadaan baik/sangat baik pada April 2019 mencapai 36%, tapi pada Juni 2019 menurun sedikit menjadi 33%. Namun, mereka yang menganggap kondisi politik buruk/sangat buruk meningkat tajam dari 20% (April 2019) menjadi 33% (Juni 2019).

Persepsi publik mengenai kondisi keamanan di Indonesia juga mengalami perubahan signifikan. Pada April 2019, masyarakat yang menganggap kondisi keamanan Indonesia baik/sangat baik mencapai 62%, dan menurun menjadi hanya 57% pada Juni 2019. Sebaliknya, yang menganggap kondisi keamanan Indonesia buruk/sangat buruk meningkat dari 11% (April) menjadi 16% (Juni).

Rangkaian temuan tersebut menunjukkan bahwa peristiwa 21-22 Mei 2019 mengandung potensi  bahaya serius bagi demokrasi di Indonesia. Kerusuhan tersebut, yang diikuti dengan tindakan tegas oleh aparat keamanan, secara perlahan mengikis keyakinan masyarakat tentang kualitas demokrasi di Indonesia.

Survei SMRC ini pada dasarnya menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia percaya pada demokrasi sebagai sistem politik terbaik bagi Indonesia, namun masyarakat juga mulai melihat adanya pelemahan demokrasi yang nampaknya terjadi akibat kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Survei nasional ini dilakukan dengan mewawancarai 1220 responden yang ditarik secara random di seluruh Indonesia pada 20 Mei-1 Juni 2019 dengan margin of error 3,05%. []

Sumber foto: Detik.com/Agung Pambudhy

Komentar