Metodologi, Proses, dan Hasil Quick Count Pemilu 2019

36

Pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif (pemilu) telah diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 April 2019. Kita menunggu hasil rekapitulasi KPU atas pemilu tersebut.

Untuk memberikan perkiraan bagaimana hasil pemilu kita, Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI), bekerja sama dengan sejumlah media, telah melakukan penghitungan suara paralel, atau yang biasa disebut quick count, dalam pemilu 17 April 2019 lalu tersebut.

Apa itu quick count? Dan mengapa dilakukan quick count? Quick count merupakan kegiatan ilmiah, terutama bertumpu pada ilmu Statistika, yang bertujuan untuk memprediksi hasil pemilu.

Lewat quick count, diharapkan spekulasi akibat ketidakpastian hasil pemilu bisa dikurangi atau diredam. Yang lebih penting, quick count adalah instrumen pembanding untuk hasil rekapitulasi suara yang akan dilakukan KPU. Kalau tak ada quick count, kita tak punya alat untuk mengecek kualitas kerja KPU yang dibiayai mahal oleh rakyat. Quick count diharapkan dapat memastikan apakah pemilu kita, khususnya dalam penghitungan suara, berjalan dengan jurdil atau tidak.

Bagaimanakah metode quick count yang dilakukan oleh SMRC-LSI? Dan bagaimana perkiraan hasil pemilihan presiden dan pemilihan legislatif tingkat DPR RI dengan metode quick count? Berikut penjelasan metodologi dan hasil quick count yang dilakukan SMRC-LSI.

Berita sebelumyaMeredupnya Demokrasi di Indonesia
Berita berikutnya5 Prioritas Jokowi di Periode Kedua
Deni Irvani, M.Si (Institut Pertanian Bogor)
Bidang Keahlian: Statistik dan Modeling
Deni Irvani menjaga kualitas riset-riset yang dilakukan SMRC berbasis metodologi yang tepat dan analisa statistik yang ketat. Ia menguji instrumen penelitian, mengembangkan model-model algoritma dan analisa statistik yang cocok sesuai dengan jenis-jenis penelitian yang dil-akukan. Setelah menyelesaikan program Sarjana dan Master dalam bidang Statistika di Institut Pertanian Bogor, Deni pernah bekerja sebagai research executive di Tempo Inti Media selama empat tahun, dan menjadi peneliti di Lembaga Survei Indonesia (LSI) selama lima tahun. Selama berkarir ia telah menangani ratusan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan perilaku pe-milih dan melaksanakan Quick Count untuk sejumlah Pemilihan Kepala Daerah, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden.

Tinggalkan Komentar