Sebanyak 50,9 persen masyarakat Indonesia menyatakan tidak atau sangat tidak setuju dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza di bawah kepemimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Demikian temuan survei opini publik bertajuk “Legitimasi Publik atas Perang AS-Israel dengan Iran” yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI), Lembaga Survei Indonesia (LSI_Lembaga), dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 12-31 Maret 2026. Hasil survei tersebut dipresentasikan oleh Djayadi Hanan, Ph.D. (Direktur Eksekutif LSI_Lembaga), Deni Irvani M.Si. (Direktur Eksekutif SMRC), dan Prof. Burhanuddin Muhtadi, Ph.D. (Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia) pada 2 April 2026 di Hotel Sari Pacifik Jakarta.
Dalam presentasinya, Burhanuddin Muhtadi menunjukkan hanya 26 persen warga yang setuju atau sangat setuju dengan keputusan Indonesia bergabung dengan BoP tersebut, 17,2 persen menyatakan antara setuju dan tidak setuju, sementara 5,7 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa populasi survei ini adalah semua warga negara Indonesia dewasa, berumur 17 tahun atau lebih atau telah menikah, yang memiliki cellphone, sekitar 80% dari populasi Indonesia.
Lebih jauh Deni menyatakan bahwa karena opini tentang perang tersebut sangat erat kaitannya dengan berita dari berbagai sumber dan dapat diakses lewat internet atau media lain, maka populasi yang memiliki telepon ini diperkirakan lebih terpapar pada berita tentang perang ini dibanding yang tak punya telepon dan tak bisa mengakses berita perang tersebut lewat berbagai berita di berbagai media. Karena itu populasi pemilik telepon ini valid dijadikan sasaran dalam survei ini.
Namun demikian, lanjut Deni, untuk kepentingan representasi opini publik nasional, sebelum analisis dilakukan pembobotan atas sampel yang diperoleh dalam survei ini menurut karakteristik populasi nasional yang berumur 17 tahun plus. Survei dilakukan 12-31 Maret 2026. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 1.066. Jumlah ini cukup stabil dalam dua kali margin of error (6%).
“Survei ini merupakan hasil kerja sama dan dibiayai oleh tiga lembaga: Lembaga Survei Indonesia (LSI), Indikator Politik Indonesia (IPI), dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC),” pungkasnya. []
Video presentasi hasil survei bisa dilihat di sini: https://www.youtube.com/live/B1Ab4X3ARiY?si=cBTxaSk_MIs-6zO1
Laporan lengkap survei bisa diakses di sini: https://saifulmujani.com/legitimasi-publik-atas-perang-amerika-israel-dengan-iran/

