Harga kebutuhan pokok yang mahal dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi dua masalah yang paling mendesak untuk segera diselesaikan pemerintah menurut warga. Pada saat yang sama, 50.6 persen warga menilai kerja pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam membuat harga kebutuhan pokok terjangkau semakin buruk dibanding tahun lalu. Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Kinerja Dua Tahun Presiden Prabowo”. Survei terakhir dilakukan pada 1-10 Oktober 2026. Hasil survei ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, di kanal YouTube SMRC TV pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Video presentasi survei bisa disimak di sini: https://youtu.be/QkyMFeQQz-U
Materi presentasi temuan survei bisa dibaca di sini: https://saifulmujani.com/kinerja-dua-tahun-presiden-prabowo/
Deni menjelaskan bahwa harga kebutuhan pokok yang mahal disebut 30 persen warga sebagai masalah paling mendesak, disusul pemberantasan KKN (26.8 persen) dan mengurangi kemiskinan (14.7 persen). Berikutnya judi online (6.5 persen), kesehatan atau obat-obatan yang berkualitas dan terjangkau (5.3 persen), serta pembangunan dan perbaikan jalan (5.1 persen). Masalah lain masing-masing disebut kurang dari 5 persen.
Selanjutnya Deni menunjukkan bahwa penilaian warga atas kerja pemerintah dalam menangani masalah-masalah itu cenderung negatif. Untuk membuat harga kebutuhan pokok terjangkau, yang menilai semakin baik hanya 19.7 persen, turun dari 32.1 persen pada Februari 2024, sementara yang menilai semakin buruk naik dari 39 persen menjadi 50.6 persen. Untuk menekan korupsi uang negara, yang menilai semakin buruk 38.5 persen, lebih banyak dari yang menilai semakin baik (27.8 persen). Untuk mengurangi jumlah orang miskin, yang menilai semakin buruk 29.4 persen dan semakin baik 25.1 persen, turun dari 40.8 persen pada Februari 2024. Untuk menyediakan lapangan kerja, yang menilai semakin buruk 31.3 persen dan semakin baik 27.1 persen, turun dari 38.6 persen pada Februari 2024.
Menurut Deni, penilaian atas kerja pemerintah ini berhubungan dengan kepuasan pada presiden.
“Rendahnya kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo konsisten dengan penilaian yang negatif atas kerja pemerintah menangani masalah-masalah yang paling dirasakan warga: harga kebutuhan pokok, korupsi uang negara, dan kemiskinan,” jelas Deni Irvani.
Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Populasi dibagi menjadi dua kelompok (subpopulasi). Pada subpopulasi pemilik handphone, sampel sebanyak 1013 orang dipilih secara acak dengan metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon. Sementara pada subpopulasi yang tidak punya handphone, sampel sebanyak 200 orang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dan responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sebanyak 1213 responden. Margin of error survei diperkirakan +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

