Sabtu, 22 Juni 2024

Efek Popularitas, Prabowo 42,5 Persen dan Ganjar 46,3 Persen

Popularitas memiliki efek pada elektabilitas masing-masing calon presiden. Pada pemilih yang tahu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, elektabilitas Prabowo mencapai 42,5 persen, sementara Ganjar 46,3 persen.

Hal tersebut terungkap dalam temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dilakukan pada 31 Juli – 11 Agustus 2023. Hasil survei bertajuk “Trend Elektabilitas Baka Calon Presiden” ini dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Rabu, 23 Agustus 2023.

Video presentasi survei bisa dilihat di sini: https://youtu.be/5an0llOWs-4

Temuan survei bisa diakses di sini: https://saifulmujani.com/trend-dukungan-kepada-bakal-calon-presiden/

Deni dalam presentasinya menjelaskan bahwa saat ini pengetahuan (awareness) pemilih terhadap calon berbeda-beda: yang tahu Ganjar baru 84%  dan yang tahu Prabowo 95%. Sementara pada Hari-H nanti dapat diasumsikan bahwa hampir semua pemilih sudah tahu calon yang bersaing.  Untuk mengetahui potensi elektabilitas calon ke depan, perlu dilakukan analisis dukungan seandainya calon-calon memiliki tingkat awareness yang sama.

Dalam analisis data pada kelompok pemilih yang tahu Prabowo dan juga tahu Ganjar, Ganjar mendapat suara 46,3 persen; Prabowo 42,5%; dan yang belum tahu 11,2%.

“Pada kelompok pemilih yang tahu keduanya, Ganjar lebih kompetitif dan cenderung unggul atas Prabowo. Ini berarti elektabilitas Ganjar berpotensi naik dan dapat mengalahkan Prabowo jika kedikenalan Ganjar sudah sama dengan Prabowo,” kata Deni.

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Sampel basis sebanyak 3710 responden dipilih secara random (stratified multistage random sampling) dari populasi tersebut dengan jumlah yang proporsional di setiap provinsi.  Oversample dilakukan di provinsi-provinsi kecil sehingga total sampel menjadi 5000 responden. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 4260 atau 85%. Sebanyak 4260 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan jumlah sampel tersebut secara nasional diperkirakan +/- 1.65% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 31 Juli – 11 Agustus 2023. Pembobotan data dilakukan sehingga sampel yang dianalisis proporsional terhadap populasi menurut provinsi dan variabel-variabel demografi lainnya.

RELATED ARTICLES

Terbaru