Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk “Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP” yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Hasil survei ini dipresentasikan Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, melalui kanal Youtube SMRC TV pada Selasa, 28 Juli 2026.
Video presentasi survei bisa disimak di sini: https://youtu.be/llrq7bMlWOo
Dalam presentasinya, Deni menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan publik (awareness) tentang program MBG sudah mencapai 95,4 persen dan hanya 4,6 persen yang belum tahu. Dari yang tahu, hanya 6,2 persen yang merasa sangat puas pada pelaksanaan MBG, 27,6 persen cukup puas, 31 persen kurang puas, 30,6 persen tidak puas sama sekali, dan masih ada 4,6 persen yang tidak tahu atau tidak menjawab.
”Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program MBG, sementara yang merasa sangat atau cukup puas lebih rendah 33,8 persen,” jelas Deni.
Lebih jauh Deni menunjukkan tingkat kepuasan publik pada pelaksanaan Program MBG menurun dalam 9 bulan terakhir: dari 62,5 persen pada November 2025 menjadi 53,1 persen pada Februari-Maret 2026 dan semakin menurun menjadi 33,8 persen di Juli 2026. Sementara yang menyatakan kurang atau tidak puas pada pelaksanaan Program tersebut melonjak dari 33,9 persen di November 2025 menjadi 44,6 persen pada survei Februari-Maret 2026 dan 61,6 persen pada survei Juli 2026.
Deni menyimpulkan bahwa sikap negatif warga secara umum terhadap pelaksanaan program MBG menjelaskan mengapa terjadi penurunan kepuasan publik terhadap kinerja presiden Prabowo.
Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih. Sebanyak 749 dari mereka dipilih secara random, dan yang punya telepon diwawancarai lewat telpon (83,8 persen), sementara yang tidak punya telepon diwawancarai dengan tatap muka (16,2 persen). Proporsi ini sesuai dengan populasi pengguna cellphone dan yang tak menggunakannya. Margin of error survei ini +/- 3.7 persen. Untuk melihat perbedaan signifikan, maka perbedaan itu harus minimal 2x margin of error (7,4 persen). Survei terakhir dilakukan pada 5-19 Juli 2026.

