Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan sekitar 49% warga tahu adanya acara resepsi pernikahan dan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh MRS. “Di antara yang tahu acara tersebut, sekitar 57% setuju dengan pendapat bahwa Gubernur DKI Jakarta telah gagal menjalankan aturan PSBB secara adil kepada semua warga DKI Jakarta tanpa memandang etnis, agama atau golongannya,” ujar Abbas.

Temuan ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas Ph.D, dalam rilis survei SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah” pada Kamis, 26 November 2020, di Jakarta.

Survei SMRC dilakukan melalui wawancara per telepon pada 18-21 November dengan melibatkan sampel sebanyak 1201 responden yang dipilih secara random. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Survei SMRC juga menunjukkan bahwa mayoritas dari warga yang tahu acara MRS memandang pemerintah layak bertindak tegas terhadap acara pernikahan putri MRS dan maulud Nabi yang dihadiri ribuan pengikut MRS dengan tidak menerapkan protokol kesehatan (memakai masker dan menjaga jarak) secara ketat.

Dari total 49% warga yang tahu acara tersebut, mayoritas (77%) setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara itu dengan alasan Covid-19. Yang tidak setuju 17%, dan yang tidak menjawab 6%.

Hasil survei selengkapnya bisa dibaca di sini.

Tinggalkan Komentar