Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkini menunjukkan saat ini sekitar 27% warga Indonesia menyatakan tidak takut atau kurang takut tertular tertular virus CORONA (COVID-19). Sementara 73% menyatakan takut atau sangat takut.

“Ini berarti sekitar satu dari setiap empat warga Indonesia tidak takut atau kurang takut terular virus Corona,” ujar Direktur Riset SMRC Deni Irvani pada acara rilis survei nasional SMRC bertajuk “Satu Tahun COVID-19: Sikap dan Perilaku Warga terhadap Vaksin” yang dipresentasikan di Jakarta pada Selasa, 23 Maret 2021.

Survei yang mencakup semua provinsi di Indonesia ini dilakukan pada 28 Februari 2021 – 8 Maret 2021 dengan metode wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 1220 responden yang dipilih secara acak, dengan margin of error 3,07%.

Menurut Deni, fakta ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas warga takut dengan virus Corona, namun terdapat persentase cukup besar warga yang bersikap rileks terhadap ancaman virus Corona.

Sikap rileks ini terlihat ketika warga ditanya apakah mereka yakin bahwa semakin banyak jumlah kasus yang terinfeksi virus Corona saat ini.

Meskipun mayoritas warga, 60%, menyatakan yakin bahwa jumlah kasus yang terinsfeksi virus Corona (COVID-19) semakin banyak sampai hari ini; tapi yang tidak yakin mencapai 36%, sementara 4% tidak tahu/tidak menjawab.

“Ini menjelaskan cukup kuatnya persepsi bahwa sebenarnya wabah Corona sudah berhasil dikendalikan dan ini berdampak pada sikap keberhati-hatian warga,” ujar Deni.

Ini, misalnya, terlihat pada salah satu temuan lain survei yang menunjukkan bahwa mayoritas warga memilih untuk tidak hanya diam di rumah. Sekitar 66% warga menyatakan setiap hari atau beberapa hari ke luar rumah untuk bekerja. Angka ini sama dengan temuan survei pada Oktober 2020 lalu.

Demikian pula, sekitar 56% warga menyatakan setiap hari atau beberapa hari dalam seminggu berada di kerumunan.

“Meskipun ini menunjukkan kecenderungan menurun dibanding temuan survei pada Oktober 2020 lalu, di mana angkanya mencapai 63%, ini tetap menunjukkan mayoritas warga bersikap rileks terhadap ancaman Virus Corona,” ujar Deni.

Sejalan dengan itu, sekitar 45% warga menyatakan setiap hari atau beberapa hari sekali ke luar rumah untuk beribadah. Ini hampir sama dengan temuan Oktober 2020 lalu, di mana angkanya mencapai 49%.

Di sisi lain, mayoritas warga tampaknya berusaha menegakkan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Survei SMRC menunjukkan sekitar 79% menyatakan sering atau selalu mengenakan masker bila keluar rumah, sementara sekitar 20% warga mengaku jarang atau tidak pernah mengenakan masker jika keluar rumah.

Demikian pula, yang menyatakan sering atau selalu menjaga jarak mencapai 71%, sementara 29% warga menyatakan jarang atau tidak pernah menjaga jarak dalam pergaulan sehari-hari.

Protokol kesehatan yang paling dipatuhi adalah mencuci tangan. Hanya sekitar 13% warga yang mengaku jarang atau tidak pernah mencuci tangan dengan sabun dan dengan air mengalir.

Sekitar 87% menyatakan sering atau selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Hasil survei selengkapnya bisa dibaca di sini.

Tinggalkan Komentar