Sirojudin Abbas: 12 Wakil Menteri Memiliki Kompetensi Sesuai Target Pemerintah

70

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai seluruh wakil menteri yang dipilih Presiden Jokowi memiliki kompetensi. Menurut Sirojudin, dengan mengisi wakil di beberapa kementerian ini, tampak jelas bagaimana Jokowi menunjukkan prioritasnya.

“Menurut saya 12 wamen ini sangat kompeten, ditempatkan di kementerian yang tepat dan sesuai target-target pemerintah untuk melakukan penguatan dan pembangunan di sektor-sektor kerja kementerian tersebut,” kata Sirojudin kepada Liputan6.com di Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Misalnya, kata dia, Jokowi menunjuk dua orang sekaligus untuk menjadi wakil menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendampingi Erick Thohir. Keduanya, yakni Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wiryoatmojo dan Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin.

Kedua tokoh ini, kata Sirojudin, merupakan orang yang pas untuk memenuhi target Jokowi yang ingin menjadi pemain ekonomi global. “Dua wamen BUMN itu orang hebat,” ujar dia.

Di tangan Budi, kata Sirojudin, Inalum berhasil merebut 51 persen saham PT Freeport Indonesia. Sementara Kartika Wiryoatmojo juga memiliki rekam jejak yang baik dan berhasil mengembangkan Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir.

“Itu orang kuat, Erick Thohir dapat suport dengan 2 wamen yang produktif dan efisien,” ujar dia.

Sementara di Kementerian Agama, kata Sirojudin, Zainut Tauhid dinilai dapat melengkapi kekurangan Fachrur Razi. Di mana, Fachrur memiliki kepemimpinan yang kuat secara kelembagaan namun memiliki kekurangan di instansi pendidikan dan ormas islam. Sementara Zainut dapat menutupi kekurangan itu dan membantunya di sektor keagamaan.

Kemudian, lanjut Sirojudin, Angela Tanoesoedibjo sebagai Wakil Menteri Pariwisata dapat mengisi aspek promosi parisiwata. Mengingat, Angela memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan komisaris serta direktur televisi nasional.

“Dia bisa mengisi aspek promosi pariwisata dan soal ekomoni kreatif ini terkait budaya dan inovasi di kalangan muda, tidak hanya menjual objek wisata ciptaan Tuhan, tapi juga butuh inovasi manusia, seperti aspek publikasi dan public relations. Dua-duanya Angela kuat,” kata dia.

Sirojudin mengatakan, Surya Tjandra juga memiliki latar belakang pendidikan yang mengagumkan. Dia adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikannya di bidang hukum untuk program S2 di Universitas Warwick, Inggris dan program S3 di Universitas Leiden, Belanda.

“Dia sangat expert di bidang hukum, doktor di bidang hukum, masternya di Inggris, dia keren sekali. Bisa bantu Sofyan Djalil,” ujar Sirojudin.

Kemudian, kata dia, Mahendra Siregar juga dikenal sebagai orang yang punya kompetensi di perdagangan. Selain itu, dia juga seorang diplomat. “Kalau Jokowi ingin memperluas fungsi Luar Negeri dengan perdagangan internasional, maka ini cocok orangnya,” kata dia.

Sementara, John Wempi Wetipo dipilih Jokowi sebagai wakil menteri PUPR juga memiliki rekam jejak yang baik sebagai bupati.

Dengan rekam jejak yang baik, Sirojudin optimis ke-12 wakil menteri Jokowi ini dapat membantu para menteri bekerja efisien dan efektif.

Namun, kata Sirojudin, berkaca dari masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ketika ada begitu banyak wakil menteri tetapi kinerja pemerintahan tetap tidak optimal. Sebab terkadang, ada kompetisi antara menteri dan wakil menteri. Akhirnya, pengambilan keputusan jadi lebih lamban.

“Jadi yang harus dipastikan membagi wilayah kekuasaan dari menteri ke wakil menteri. Kalau tidak akan ada kompetisi dan birokrasi tidak akan jalan,” tandas Sirojudin.

Sumber: Liputan6.com, 26 Oktober 2019

Tinggalkan Komentar