Toleransi Keagamaan dan Politik di Kalangan Muslim Indonesia

184

Demokrasi Indonesia mengalami kemunduran setidaknya dalam tujuh tahun terakhir menurut Freedom House. Aspek kebebasan sipil menjadi titik terlemah yang menyebabkan dekonsolidasi demokrasi pada negara demokratis ketiga terbesar di dunia ini. Memudarnya kebebasan sipil ini dikaitkan dengan peningkatan intoleransi terhadap kelompok-kelompok keagamaan minoritas.

Peningkatan intoleransi memang sudah banyak ditemukan oleh para pengamat. Namun tidak banyak penjelasan tentang faktor apa saja yang menyebabkan intoleransi itu berkembang. Apakah intoleransi ini terkait atau hanya terkait dengan agama dan ketaatan beragama? Apakah faktor-faktor ekonomi-politik, evaluasi pada kondisi keamanan, sikap peduli pada institusi, peduli pada persoalan sosial dan politik, dan komitmen pada nilai-nilai demokrasi memiliki hubungan dengan naik dan turunnya toleransi?

Menggunakan data-data survei opini publik, tulisan terbaru Saiful Mujani di Jurnal Studia Islamika ini mencoba melacak sejumlah faktor kemungkinan penyebabnya. Tulisan ini sekaligus merupakan kontribusi penulis untuk mengisi kekosongan studi mengenai penyebab intoleransi di Indonesia.

Terbit di Studia Islamika, 2019, Vol. 26, No. 2, h. 319-351.

Berita sebelumyaKepercayaan Publik pada KPK, DPR dan Parpol
Berita berikutnyaKualitas Demokrasi Dinilai Menurun di Pelbagai Negara
Saiful Mujani, Ph.D.


(Ohio State University, Amerika Serikat)

Bidang Keahlian: Perilaku memilih, Perbandingan Politik, Kebijakan Publik


Saiful Mujani adalah pendiri SMRC dan perintis tradisi studi kuantitatif perilaku memilih (voting behavior) dalam kajian politik di Indonesia. Reputasinya telah diakui secara internasion-al.

Ia adalah ilmuwan politik pertama di luar Amerika Serikat yang dianugerahi penghar-gaan prestisius Franklin L. Burdette/Pi Sigma Alpha Award dari American Political Science As-sociation (APSA). Penghargaan yang sama diberikan kepada ilmuwan politik ternama seperti Samuel P. Huntington, Mancur Olson dan Sidney Tarrow.

Saiful meraih gelar MA (1998) dan Ph.D. (2003) dalam di bidang ilmu politik dari Ohio State University, Ohio, Amerika Serikat. Konsistensinya dalam meneliti perkembangan politik dan proses   demokratisasi di Indonesia sejak 1999, membuat hasil riset dan analisanya menjadi rujukan akademisi, politisi, pengambil kebijakan dan media massa. Ia telah melakukan lebih dari seribu penelitian dengan memegang teguh prinsip-prinsip akademik, dan bersandar pada kode etik survei opini publik.

Saiful juga aktif menulis di banyak jurnal internasional, seperti American Journal of Political Science, Journal of Democracy, dan Comparative Political Studies. Salah satu artikelnya yang terbit di American Journal of Political Science (2012) terpilih menjadi artikel terbaik di dalam konferensi tahunan APSA tahun 2009.

Disertasi doktoralnya kini telah diterbitkan di Indonesia dengan judul “Muslim Demo-krat”(Gramedia, 2007). Sebelumnya, disertasi ini meraih penghargaan sebagai disertasi terbaik Ohio State University karena dinilai memberi kontribusi sangat penting terhadap kajian perilaku memilih. Buku terakhirnya, “Kuasa Rakyat”(Mizan, 2013), menelisik pengaruh survei opini pub-lik bagi pelembagaan demokrasi di Indonesia pasca reformasi.

Tinggalkan Komentar